Iklan

12 Nyawa Melayang Terpanggang di Karaoke Inul Vista

Posted by jhon simbuang on Senin, 26 Oktober 2015

PEMERINTAH DAN APARAT DIMINTA TERTIBKAN PARA PEMOTRET ILEGAL YANG MERESAHKAN


Manado, Identitasnews.com – Kebakaran yang melanda tempat hiburan malam terkenal di Kota Manado yaitu INUL VISTA Karaoke and Coffee, cukup menyita perhatian nasional. Pasalnya kejadian nahas yang terjadi malam Minggu (25/10/2015) tadi, telah menrenggut nyawa sekitar 12 orang, baik pengunjung maupun karyawan. Itu belum dihitung dengan puluhan korban lain yang masih dirawat di RSUP Prof Kandouw.
Sampai berita ini naik, penyebab kebakaran tempat hiburan malam kenamaan itu, belum bisa dipastikan. Akan tetapi, dari hasil keterangan sejumlah saksi mata ditempat kejadian itu, pasca kejadian, ada aroma berbau plastic atau bau bahan sejenis karet terbakar.
Perlu diketahui, adapun sebab-musabab sehingga korban yang tewas menjadi banyak, antara lain adalah lokasi  karaoke INUL VISTA TERNYATA TIDAK DILENGKAPI DENGAN TANGGA DARURAT. Bahka, lebih mengenaskan lagi, di beberapa sudut tidak twersedia tabung Pemadaman api.
Nasrun seorang saksi mata yang saat kejadian sempat melakukan pertolongan terhadap para korban api berasal dari lantai dua mengatakan, puluhan korban luka-luka banyak yang keluar dengan melompat dari jendela lantai tiga sehingga ada korban yang tewas dengan kepala pecah karena jatuh dari ketinggian gedung.
“Mereka memilih loncat karena asap tebal membuat susah bernafas. Saya kaget saat kami dan polisi mau siram api di lantai dua, sudah tidak bisa karena asap tebal telah mengepung dan mempersulit pernafasan serta pandangan mata kami. Coba bayangkan, sedangkan personil Damkar yang dilengkapi safety pemadaman, tidak berani masuk, apalagi kami yang apa adanya,” kenang dia.
Selain instansi pemerintah terkait terlibat pertanggung jawaban atas tidak safety-nya bangunan dan pengoperasian sehingga secara tidak langsung turut andil atas kematian 12 orang di INUL VISTA, menurut Jefran jika nantinya ternyata penyebab kebakaran adalah korsleting atau hubungan arus pendek, pihak PLN juga harus ikut bertanggung jawab.
Sementara itu, disaat puluhan keluarga dari para korban tewas bersedih karena harus rela kehilangan bagian penting dalam keluarga mereka seperti para ibu yang kehilangan anaknya, satu hal yang patut untuk tidak dijadikan contoh adalah masyarakat yang memiliki ponsel canggih  seperti Black-Berry, Samsung dan jenis lainnya, yang bisa merekam dan memotert.
Tanpa berpikir dengan perasaan pihak keluarga yang sedang dirundung duka, orang-orang tersebut langsung memotret para korban. Hal ini ternyata tidak bisa diterima oleh semua orang. Kristian salah satu keluarga korban menganggap orang-orang yang memotret sembarangan adalah orang-orang iseng yang tidak menghargai privasi orang lain.
“Kalau wartawan, itu memang sudah pekerjaan mereka, dan wartawan tahu cara mengambil gambar korban, tapi mereka yang hanya sok-sokan memamerkan hp mereka, main foto tanpa menghormati privasi orang lain, sangat disesalkan,” keluhnya.
 Sesuai pantauan media ini, pengunjung yang datang memang sangat banyak. Dari sekian pengunjung, rata-rata  datang dengan tujuan mempotret keadaan fisik para korban meninggal di kamar mayat RS. Kandouw tanpa pamit kepada pihak keluarga korban..
“Main foto sembarangan, kemudian meng-upload ke dunia maya, tanpa peduli posisi korban seperti apa, sehingga tanpa mereka sadar, mereka sudah menampilkan jasad korban dengan posisi tidak layak, seperti bagian paha atau belahan dada yang terbuka,” beber pria 40 tahun yang salah seorang korban adalah adik kandungnya.
Atas kejadian seperti itu, dirinya mewakili keluarga korban yang lain, meminta pemerintah dan aparta, menyikapi serius hal itu. “Kebebasan menggunakan kamera harus diatur dalam undang-undang atau perda, supaya tidak terjadi hal-hal tak diingikan seperti ini. Sekali lagi saya katakana, kalau yang memotret itu seorang wartawan, saya yakin wartawan itu tahu menempatkan dan mengambil gambar untuk menutupi aurat si korban, tapi kalau yang lainnya, sebaiknya, tidak boleh sembarangan,” tandas Kristian dengan wajah sendu.(MEIKEL)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.25.00

0 komentar:

Posting Komentar