HUT SHS
Headlines News :
Home » » Pemuda Asal Mitra Babak Belur Dikeroyok 5 Pranggang Kayu Besi

Pemuda Asal Mitra Babak Belur Dikeroyok 5 Pranggang Kayu Besi

Written By jhon simbuang on Sabtu, 12 September 2015 | 01.58.00

Mahasiswa Dikeroyok di Area Kampus, Kinerja Sekurity Unklab Dipertanyakan

Airmadidi, Identitasnews.com – Jumat (11/9) sekira pukul 13:00 bertempat di Sport-hall usai main basket, Evan (sapaan akrab Eyvandro Junaidy Likuwajang) terpaksa harus membatalkan niatnya mencari minuman dingin untuk menghilangkan dahaga.
Pasalnya, mahasiswa Universitas Klabat (Unklab) itu harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dikepung lima (5) pemuda sebaya dirinya, dan tanpa banyak Tanya langsung mengeroyok pemuda bertubuh kecl asal Kabupaten Mitra itu.

Dengan darah bercucuran menetes dari pelipis kanannya akibat dikeroyok para pemuda itu, Eva segera lari ke Sektor Rural Airmadidi hari ini Jumat 11/09 melaporkan  yang mana dirinya telah mengalami perlakuan tidak wajar karena dikeroyok oleh para pemuda itu.
“Saya tidak pernah menyangka kalau mereka akan memukuli saya, padahal kami tidak pernah bermusuhan,” tuturnya.

Ke-lima pemuda yang mengeroyok Evan, saat itu juga langsung diciduk aparat Polsek yang bertindak cepat, lalu digelandang ke Mapolsek Ruralirmadidi, untuk diproses hokum.
Sesuai keterangan salah satu dari kelima pemuda itu, penyebab penganiayaan di lapangan olahraga Sport hall Universitas Negeri Klabat (Unklab) bersama temannya usai bermain bola basket itu berawal dari Matthew Pangemanan waktu sekolah dulu di SLA Kawangkoan, Eyvandro Junaidy Likuwajang (Evan) dinilai sombong susah untuk di ajak bicara.
Oleh Matthew Pangemanan danrekannya  Ergen, kenangan it uterus membekas, sampai akhirnya mereka bertemu korban dihari yang apes itu.
Sesuai pengaakuan para pelaku pengeroyokan itu,hari itu pukul 12 :00 witta mereka  masuk melalui pintu gerbang depan Unklab.
Kendati ada 4 orang security berseragam lengkap sedang berjaga, namun sangat disayangkan, karena tidak disapa apalagi tidak di periksa, ke-lima pemuda yang berniat memukul korban, masukdengan leluasa.
Korban yang tak berdaya, jadi bulan-bulanan pukulan ke-lima  berandal kampung itu tanpa ada pihak yang melerai sampai korban meloloskan diri dan melapor ke Polsek Rural Airmadidi.
Kelima pemuda berandal kampong tersebut, oleh penyidik segera diambil data dan keterangan, untuk diproses lebih lanjut sesuai perbuatannya melanggar hokum.
Tapi dipertengahan pemeriksaan, mendadak korban berubah pikiran dengan mencabut laoprannya.
“Saya jadi tidak tega, sebab dua dari mereka adalah teman seangkatan saya semasa di SLA Kawangkoan dulu. Jadi biarlah mereka dimaafkan sambil buat pernyataan dan di ijinkan pulang,” aku korban.
Kapolsek Airmadidi, AKP Ronny Maridjan melalui Kanit Reskrim Brigadir Dedy Donsu, membenarkan kejadian itu. “Korban sudah memaafkan mereka dan memilih berdamai saja karena katanya mereka sama-sama alumni dari sekolah yang sama,” katanya.
Kelima pemuda itu, lanjut Donsu, tidak jadi ditahan dan dip roses hokum, namun mereka disuruh memanda tangani sebuah surat pernyataan,” pungkas Donsu sebari menambahkan yang manakalau mereka berbuat lagi atau terjadi sesuatu dengan korban, mereka siap dipanggil atau dijemput secara paksa, kemudian diproses hokum.(Adit/Fic)


Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD