HUT SHS
Headlines News :
Home » » LP2G SEPAKATI GERAKAN ANTI MIRAS DI PULAU KARAKELANG

LP2G SEPAKATI GERAKAN ANTI MIRAS DI PULAU KARAKELANG

Written By jhon simbuang on Senin, 28 September 2015 | 17.38.00

Talaud,Identitasnews.com - Komisi Pelayanan Pemuda GERMITA lakukan pembinaan terhadap pemuda gereja dengan latihan Pembina Pemuda Gereja (LP2G) tingkat dasar /menengah. Kegiatan dihadiri oleh wilayah 01,02,03,04,05,06,09,13 di Gereja Bethel Lalue selama tiga hari.

Ditemui identitasnews.com disela-sela acara penutupan kegiatan latihan Parapaga, selaku Pembina Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS), Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) mengatakan, program pembinaan pada pemuda gereja khususnya dilingkup Pemuda Germita, dalam rangka melakukan pembinaan agar supaya pemuda mempunyai kualitas memahami persoalan-persoalan gereja ataupun persoalan kemasyarakatan.
“Ini sangat penting dalam rangka membekali pemuda sebagai tulang pungung gereja ataupun sebagai generasi muda yang akan mengisi penbangunan dimasa-masa yang akan datang. Pemuda Germita juga diharapkan mampu menjadi agen-agen penbaharuan karna persoalan kompleks yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud sampai saat ini yaitu, permasalahan narkoba dan miras,” tuturnya.

Dampak yang ditimbulkan pada pemuda, lanjut Ketua PPS yaitu, angka kematiaan ditingkat pemuda sangat tinggi. “Oleh karena itu Pemuda Germita dalam percakapan bersama menyepakati untuk melaksanakan gerakan anti miras di Pulau Karakelang, setelah program yang sama dilakukan di Pulau Salibabu dan ini bertujuan untuk membangun pemuda gereja yang benar-benar bersih dari miras,” harapnya.

Lebih lanjut Parapaga menjelaskan bahwa pemuda gereja dalam hal ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Talaud, serta pemerintah daerah. Dan ini sangat direspon oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPINDA).
“Pemuda gereja sudah melakukan dengar pendapat dengan komisi III DPR Kabupaten Talaud untuk mempercepat proses pembentukan Perda Peredaran Minuman Keras karena yang ada di Kabupaten KepulauanTalaud itu Perda Nomor 12 Tahun 2010, tentang isin menjual minuman keras,” katanya.
Parapaga juga mengatakan harapan pemuda dalam melihat kondisi social yang mana miras ini sangat merugikan masyarakat terutama kalangan pemuda. Makanya pemuda mengharapkan, perda yang akan dikeluarkan nanti oleh pemerintah daerah terutama oleh Pimpinan DPR bersama dengan anggota dalam waktu dekat ini, adalah perda anti miras.
“Dalam diskusi kami dengan DPRD Kabupaten Talaud ada bebrapa alternatif yang disodorkan Perda Peredaran Minuman Keras atau Perda Anti Miras. Pemuda gereja mengharapkan itu adalah perda anti miras, “ timpal Parapaga.

Upaya pemberantasan Peraturan Daerah Minuman Keras (Perda Miras) ini karna berdasarkan hasil perhitungan oleh Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) inkam yang diperoleh dari hasil penjualan miras itu pendapatanya sangat minim. (Hanya berkisar pada angka 100 -150 juta Rupiah setahun). Sementara belanja masyarakat pada miras itu kisaran 3-5 milyar Rupiah.
“Jadi ini sangat kontradiktif terhadap belanja yang dikeluarkan oleh masyarakat dengan imkan yang didapatkan oleh masyarakat . Pemuda germita dalam lima tahun ini memfokuskan pada pembinaan mental dan pelestarian budaya-budaya daerah. Pemuda Germita juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Talaud SRI WAHYUMI MARIA MANALIP.SE yang sangat responsif terhadap pembinaan mental pemuda. Diharapkan juga agar kiranya tokoh-tokoh masyarakat untuk membantu melakukan pembinaan kepada para Pemuda Germita,” tutup Parapaga.(ONAL)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD