Iklan

Aksi Saling Lapor Seret Kumtua Kuwil ke Malendeng

Posted by jhon simbuang on Selasa, 22 September 2015


Simbuang Kaget Kumtua Kuwil Dipenjarakan

Airmadidi, Identitasnews.com - Aksi saling lapor antar masyarakat Desa Kuwil Kecamatan Kalawat, akhirnya telah membuat Kajaksaan Negeri (Kejari) Airmadidi, menyeret Kumtua Desa Kuwil Hengkie Livinus Runtuwene ke rumah tahanan (rutan) Malendeng pada Rabu 9 Sebtember 2015 silam.

Kejadian itu sontak membuat Ketua Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut (PJTM) John B R Simbuang, kaget mendapat informasi tentang penahanan Kumtua Desa Kuwil itu.

Pasalnya, setahu Simbuang, status ijasah Sekolah Dasar (SD) Hengkie Livinus Runtuwene itu bukanlah palsu.
"Palsu bagaimana, saya sendiri awal November 2013 silam, turun ke SD RK Rumengkor mencari informasi keabsahan dari ijasah Hengkie.ternyata Hengkie Livinus Runtuwene memang lulus disana,
" tutur Simbuang.

John Simbuang juga mengatakan, beberapa guru di sekolah itu masih mengenal Hengkie Livinus Runtuwene. "Guru-guru itu membenarkan bahwa Hengkie satu angkatan dengan mereka. Bahkan, kepala sekolah juga lulus sama-sama dengan Hengkie," tukas dia.

Satu hal menarik, perlu kita ketahui bersama, sebelumnya Hengkie Livinus Runtuwene telah menjabat Kumtua Desa Kuwil pada tahun 2007-2013, dan kembali terpilih di tahun 2013-2019.
"Ada apa dibalik semua ini, dulu dia jadi kumtua, tidak pernah ada masalah dengan ijasahnya. Kenapa sekarang justeru ada masalah ijasah terhadap kumtua itu," tukas Simbuang.

Kalau warga Desa Kuwil marah karena proses penahanan itu, lanjut John, itu wajar saja.
"Bagaimana masyarakat tidak marah, kumtua itu mereka yang pilih. Saya harap Kejaksaan lebih bijaksana terhadap penahanan Kuntua Kuwil, sebab danpaknya terlalu besar. Hal ini terjadi gara-gara imbas pilkades, jangan korbankan rakyat dong," tandasnya.
Senin (21/9), pukul 14:30 witta, Kumtua Desa Kuwil Hengkie Livinus Runtuwene dibawa oleh mobil tahanan untuk manjalani sidang perdana di PN Airmadidi.

Pria paruh baya yang pernah berprofesi sebagai wartawan salah satu media nasional itu nampak pasrah duduk dibalik ruang tahanan PN Airmadidi. Menurut Runtuwene, ia sendiri tidak habis pikir, apa tujuan warganya melaporkan ijasahnya palsu.
"Saya tidak pernah bermasalah dengan mereka, saya heran kenapa saya tiba-tiba ditahan dan langsung dipenjarakan. Sebagai WNI, saya patuh pada undang-undang dan hukum yang berlaku. Tapi saya juga punya hak mendapat perlindungan dan keadilan seperti orang Indonesia lainnya, " tuturnya tabah.

Kepada masyarakatnya Runtuwene meminta agar jangan terprovokasi dan membuat hal-hal tidak berkenan."Warga yang sudah memilih saya, saya minta bersabar, proses hukum sedang berjalan. Jangan membuat halk-hal yang merugikan," pintanya.(ADIT
)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

13.33.00

0 komentar:

Posting Komentar