Iklan

WARGA PULAU BANGKA DESAK KPU MINUT ELIMINASI SOMPIE SINGAL

Posted by jhon simbuang on Selasa, 25 Agustus 2015

Airmadidi, Identitasnews.com – Fenomena menarik tersaji di Kantor Komisi Pemilihan Umum Minahasa Utara pada Minggu 23/8 kemarin.
Tanpa diduga, kurang lebih 22 warga perwakilan masyarakat Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), “menyambangi” Kantor KPU Minut, dengan tujuan meminta KPU Minut agar menggugurkan atau meng-eliminasi Drs Sompie Singal MBA sebagai Calon Bupati Minut periode 2015-2020.

Salah satu warga Desa Kahuku Pulau Bangka bernama Wilson Gaghenggang mengatakan, bahwa warga mengajukan keberatan terhadap petahana Sompie S F Singal, sebab Singal merupakan calon bupati yang tidak memenuhi syarat ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, yakni  Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang.
Aturan yang dilampirkan, menurut mereka, dapat diuraikan bahwa Sompie Singal adalah Pejabat tidak menaati hukum dan aturan yang ada, sesuai pengumuman Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) akibat tidak melaksanakan putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht dibaca INKRAH).
“Ketidaktaatan terhadap hukum selaku Pejabat Negara nyata-nyata merupakan pelanggaran terhadap konstitusi negara sebagaimana UU nomor 8 tahun 2015,” kata Balaati, yang saat itu didampingi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penentang kehadiran PT Mikgro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka.
Sersia Balaati warga Desa Kakuhu lainnya menambahkan, akibat perbuatan Sompie Singal yang tidak taat hukum, telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi warga.
“Izin pertambangan PT MMP di Pulau Bangka telah dibatalkan oleh pengadilan, tapi tidak dihentikan oleh Pemkab Minut sehingga berakibat timbulnya kerusakan lingkungan hidup yang berpotensi menimbulkan bencana alam bagi kami warga Pulau Bangka,” urai Sersia Balaati.
Diketahui, kedatangan 22 warga perwakilan masyarakat Pulau Bangka di Kantor KPU Minut berjalan aman dan diterima langsung Ketua KPU Minut Fredriek Sirap.
“Masukan dan keberatan masyarakat kami diterima dan akan dilanjutkan ke atasan kami di provinsi,” kata Sirap.

Sementara, Jull Takaliuang dari Yayasan Suara Nurani Minaesa Senin 24 Agustus 2015 mengatakan, tuntutan warga tersebut patut dipertimbangkan KPU Minut.

“Ini memiliki konsekuensi yuridis berupa dapat digugatnya KPU Minut di pengadilan yang dapat mengganggu proses Pilkada yang sedang berlangsung saat ini,” ujar dia.(ADIT/MEIKEL)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

03.45.00

0 komentar:

Posting Komentar