Iklan

Tim Kusus Pemberantas Korupsi Obok-obok Kantor Tata Ruang

Posted by jhon simbuang on Kamis, 20 Agustus 2015

Airmadidi, Identitasnews.com – Tak mau kepalang tanggung dan di sebut suam-suam kuku atau dalam bahasa Manado lebih tepat di sebut lao-lao (panas-panas tai ayam), Kejari Airmadidi usai memenjarakan AS mantan Kadis Penataan Ruang Minut, instansi vertical berseragam cokelat-cokelat itu melanjutkan pengembangannya di dinas tersebut.


Sesuai pantauan www.identitasnews.com , Satuan Khusus Pemberantas Korupsi Kejari Airmadidi dibawah komando Kasie Intel Hendra Wijaya SH.MH menyambangi Dinas Tata Ruang Minut di bilangan Airmadidi, melakukan pengembangan kasus Dugaan Korupsi Dana Retribusi IMB berbandrol Rp 229 juta pada Rabu (19/8) sekitar pukul 11.00 Wita.

Sedikitnya terpantau, ada enam anggota Kejaksaan Negeri Airmadidi yang tergabung dalam satuan khusus pemberantas korupsi melakukan pengeledahan diruang kerja Agus Sangian SH dan salah satu Kepala Bidang Yeldi Ticoalu.
Pengeledahan sekaligus pemeriksaan selama hampir dua jam lebih itu mendapat animo positif dari beberapa warga yang berdomisili disekitar kantor tata ruang dan pertamanan tersebut.

“Kita harus koopratif dan memberi ruang gerak leluasa kepada para penyidik dalam pembedahan, agar mereka bisa maksimal dalam kinerjanya,” tutur DRS Marlon Sangian selaku Kepala Dinas Tata Ruang pengganti Agus Sangian yang sudah dipenjarakan pihak Kejari Airmadidi kemarin.

Marlon Sangian Msi, saat menerima satuan khusus pemberantas korupsi juga mengatakan, biarlah semuanya berproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Namun ia meminta agar rekan-rekan wartawan untuk menjelaskan yang mana bukan dirinya yang bermasalah, namun kepala dinas sebelum dirinya.
"Kasus ini terkuak  sebelum saya mengantikan jabatan Pak Agus Sangian tahun 2013 silam," tegas Marlon.

Adapun tujuan penggeledaan itu menurut Kajari Airmadidi Agus Sugianto Sirait SH.MH, merupakan upaya penambahan alat bukti yang besar kemungkinan bisa menambah tersangka dalam kasus yang sama.
"Pengeledahan ini untuk menambah bukti-bukti baru sebagai bahan kami untuk melakukan penyelidikan yang lebih akurat sehingga tim saya berhasil menyita 8 berkas dan 1sipyu," ucap Kepala Kejaksaan Negeri Agus Sugianto Sirait SH,MH.

Kajari yang saat itu diapit Kasie Datun Danur Suprapto SH, menguraikan yang mana pengeledahan ini sebagai bukti bahwa Kejari sangat serius dengan persoalan korupsi yang tentunya sangat merugikan kepentingan rakyat.
"Kami tetap berupaya menegakan supremasi hukum, tanpa tedeng aling alias tanpa pandang buluh,"jelasnya.


Sementara itu Bupati Minahasa Utara Drs Sompie SF Singal MBA, didmpingi Kabag Hubmas Drs Sem Tirajoh saat dimintai keterangan mengatakan,"Pemerintah Daerah sangat prihatin dengan kasus yang menimpa Agus Sangian. Tapi tanggung jawab dan profesionalisme menuntut seorang pejabat harus berani bertanggung jawab pada masing-masing jabatanya. Biarlah semua yang terjadi, berproses sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Singal.(Ficky/Adhit/Meikel)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.06.00

0 komentar:

Posting Komentar