Iklan

Tak Mau Ada Pihak Dirugikan, Manalip Temui Pemilik Lahan Sekitar Bandara Melong

Posted by jhon simbuang on Minggu, 09 Agustus 2015

Talaud, Identitasnews.com – Beberapa waktu lalu, pesawat WINGS rute Melonguane-Manado yang hendak mendarat di Bandara tunggal Melonguane (Talaud), terpaksa harus kembali ke Bandara Samratulangi Manado setelah sang pilot berkali-kali mencoba mendaratkan pesawat canggih itu, namun gagal karena cuaca buruk.
 


Kendala pertama sehingga pesawat itu gagal mendarat, adalah cuaca buruk. Kendala kedua, sudut pandangan manual pilot dalam menerbangkan pesawat terutama untuk pendaratan, ternyata terhalang oleh beberapa pepohonan di lahan sekitar bandara.

Namun satu lagi kendala sejak dahulu ketika bandara tersebut dibangun, beberapa pepohonan yang mengganggu itu tidak serta merta boleh ditebang pihak bandara. Pasalnya lahan-lahan itu, ada pemiliknya.

“Dari tahun-tahun sebelumnya, pemerintah pernah berupaya melakukan terobosan pembebasan ganti rugi lahan, tapi selalu saja upaya itu gagal karena pemilik lahan menolak,” beber salah seorang warga setempat.

Usai tragedi krisis pendaratan darurat Pesawat WINGS beberapa waktu lalu yang nyaris mencelakakan pesawat dan penumpang itu, Bupati Talaud SRI Wahyumi Maria Manalip SE langsugn turun tangan melakukan perluasan bandara sembari menggelar negosiasi pembebasan lahan dengan para pemilik lahan.
Satu hal menarik, warga pemilik lahan yang selama ini tidak berkompromi dengan pembebasan ganti rugi lahan, mendadak saat sang bupati turun langsung, semuanya bagai dikomando, langsung setuju mengijinkan lahan mereka dibebaskan nuntuk kepentingan bersama.

Kemarin, sesuai pantauan www.identitasnews.com, Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip SE, menggelar temu wicara dengan pemilik lahan dalam rangka pelebaran Bandara Melonguane. Temu wicara itu menurut Manalip adalah tindak lanjut dari kesepakatan pembebasan lahan antara para pemilik dengan Pemda Talaud.
“Hal seperti ini harus dituntaskan, mengingat masyarakat sudah ikhlas merelakan lahan mereka dibebaskan. Sudah sepantasnyalah kita sebagai pemerintah, mengawal masalah itu sampai tuntas, agar kelak tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Manalip tegas namun santun.(Onal)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

23.15.00

0 komentar:

Posting Komentar