Iklan

PENDERITA HIV/AIDS MENINGKAT, INCAR KEDAMAIAN MASYARAKAT BUMI PORODISA

Posted by jhon simbuang on Rabu, 05 Agustus 2015

Talaud, Identitasnews.com - Ancaman serius virus HIV alias Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang awalnya hanya kita saksikan di media massa saja, tak dapat dibendung ternyata akhir-akhir ini mulai mengincar Kabupaten Kepulauan Talaud.


Beberapa saat lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Talaud merilis jumlah penderita yang terkena penyakit mematikan ini. Sesuai data yang dirangkum oleh media ini, semenjak Januari hingga Juli 2015, angka penderita terinfeksi AIDS di Bumi Porodisa terus mengalami penambahan yang sangat signifikan, yakni sebanyak 19 kasus.
Sedangkan total penderita HIV/AIDS untuk Kabupaten Kepulauan Talaud hingga 2015 tercatat ada 42 kasus warga yang terinfeksi. Diduga kuat, angka ini akan terus mengalami peningkatan jika tidak dibarengi peran bersama antara pemerintah dan masyarakat.
"Pada umumnya masyarakat Talaud yang merantau dan kembali ke Talaud, saat di diagnosa di rumah sakit, disitulah ketahuan yang mana mereka telah terinfeksi atau tertular penyakit berbahaya ini," tutur Kepala Dinkes Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry Monangin melalui Supervaiser program TBC dan Kusta, Paulus Larumpaa.

Lanjut kata Paulus Larumpaa, penyebaran HIV/AIDS ada bermacam-macam pola penyebaran. Diantaranya hubungan seks, jarum suntik dan melalui tranfusi darah. "Oleh karena itu, kami menghimbau kepada warga Talaud agar lebih mewaspadai penyakit mematikan ini. Yang paling penting adalah untuk yang sudah mempunyai pasangan harus setia kepada pasangannya, jauhi narkoba, dan jangan sekali-kali menggunakan jarum suntik sembarangan," urai Larumpaa.

Meningkatnya angka HIV/AIDS yang kian mengkwatirkan, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Pasalnya, di negara-negara maju saja di belahan Eropah maupun negara Asia, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit terkutuk itu.

Aktivis muda Talaud yang juga ketua Rukun Himpunan Kekeluargaan Mahasiswa Talaud (Hikmat) Ametsia Pengedunan mengatakan, peningkatan kasus dari bulan Januari hingga Juli tahun 2015 seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah (Pemda) Talaud, mengingat bahaya HIV/AIDS sangat berdampak pada generasi muda saat ini.

"Oleh karena itu dibutuhkan peran khusus Pemda untuk terus mensosialisasikan bahaya tentang HIV/AIDS ini baik itu di sekolah, kampus, maupun di desa-desa. yang terpenting bagi pemuda-pemudi di Talaud, yang sangat rentan dengan pergaulan saat ini," kata Ametsia.

Disamping itu, kata Ametsia, bagi korban yang terkena HIV/AIDS seharus diberikan pendampingan secara khusus oleh Pemerintah. 
"Jangan sampai karena tidak diberikan perhatian khusus bagi mereka, maka mereka bisa saja melakukan upaya-upaya penularan di masyarakat, sekali lagi saya katakan perhatian dari pemerintah sangatlah dibutuhkan," kunci Pangedunan.

Menanggapi persoalan tersebut, di tempat terpisah Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, melalui Kabag Humas Erwin Tamatompo mengatakan, untuk mencegah agar tidak menjamurnya HIV/AIDS di bumi Porodisa, Pemda akan mendorong untuk membentuk suatu wadah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Talaud, dimana fungsi KPA ini sendiri untuk menangani pasien yang mengidap virus mematikan ini.
"Pembentukan KPA, Tentunya harus dibarengi dengan peran dari seluruh elemen masyarakat baik itu Pemerintah, Toko Masyarakat, Toko Agama dan juga LSM," kata Tamatompo.

Selain membentuk KPA, timpal Kabag Humas yang akrab dengan wartawan itu, kedepannya Pemda akan membangun suatu ruangan karantina untuk pasien penyakit menular dan pasien yang terinfeksi HIV/AIDS. "Dimana ruangan ini khusus untuk penyakit-penyakit menular seperti HIV/AIDS," kunci pejabat muda berbakat asal Bumi Porodisa itu.(Onal)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

22.56.00

0 komentar:

Posting Komentar