Iklan

Nasrullah: “Lebih Baik Mantan Narapidana Daripada Bukan Narapidana Tapi Berjiwa Perampok”

Posted by jhon simbuang on Jumat, 21 Agustus 2015

Manado, Identitasnews.com – Status ex atau mantan narapidana yang maju sebagai calon dalam pesta Pilkada, terus saja menuai kecaman dan pernyataan miring dari berbagai kalangan terlebih khusus, di Provinsi Sulawesi Utara.
“Kenapa bias seorang mantan narapidana diperkenankan maju ke pilkada,” tukas Albert Sondang warga Kelurahan Maasing.
Pertanyaan warga seperti itu, wajar saja, sebab mengingat jabatan yang diperebutkan dalam pilkada itu, adalah jabatan papan satu alias pimpinan tertinggi di wilayah terkait.
Namun  polemic tersebut mampu dijernihkan oleh Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah. Menurut pemahaman dia, keikutsertaan narapidana di Pilkada perlu disikapi secara bijaksana oleh masyarakat, pasalnya khusus Provinsi Sulut dan Kota Manado, ada sejumlah mantan narapidana yang sudah mendaftar Pilkada nanti.
“Banyak sih mantan narapidana ikut Pilkada di Sulut dan Manado ini. Mereka banyak menjadi ustad, pendeta. Itu tandanya dia sudah bertobat,” jelasnya dalam acara Pelatihan Pengawasan Pilkada Bagi media yang digelar Bawaslu Sulut, I Swissbell Maleosan beberapa waktu lalu.
Dibandingkan orang yang belum pernah menjadi narapidana, lanjut Nasrullah, namun memiliki jiwa perampok, masih lebih baik mereka mantan narapidana yang ikut serta pada pilkada nanti. “Karena belum pernah merasakan hidup di penjara, saat maju ke pilkada, sudah melintas dibenaknya akan menghabiskan Dana APBD,” beber Nasrullah.
Hanya saja, kata Nasrullah lagi, substansi itu bukanlah ditangan Bawaslu. Sebab sudah ada badan atau institusi lain yang khusus mengurus hal itu.

“Semua mengacu dari Keputusan MK. Itu sudah jelas bahwa mantan narapidana bisa ikut pilkada, asalkan melakukan pengakuan terbuka melalui media, bukan tupoksi Bawaslu. Menyangkut administrasi, itu adalah urusan KPU,” pungkas Nasrullah.(TIM)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

00.45.00

0 komentar:

Posting Komentar