Iklan

KETUA KPU MINUT DIDUGA ORANG TITIPAN ???

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 29 Agustus 2015

Howard; "Telusuri kapan dan dimana bordir kaos itu dipesan, siapa yang memesan"

Airmadidi, Identitasnews.com  - Suatu kejadian yang cukup menghebohkan, terjadi dalam deklarasi kampanye damai kandidat Bupati dan Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minut, di Hotel Sutanraja Kamis (27/8/2015) lalu.
Menariknya, kejadian menghebohkan itu menyeruak dari tulisan pada kaos berwarna putih yang justeru dibagikan oleh pihak KPU, kepada seluruh kandidat dan pendukung kandidat, dengan jumlah sekitar 300-an (tiga ratusan) pun, beredar merata bagi hampir seluruh hadirin.
Akan tetapi,  isi pesan tersebut ternyata telah menuai tanggapan kontroversial dan suasana sempat memanas.
Bunyi tulisan pada kaos KPU adalah; "PILKADA BUPATI dan WAKIL BUPATI Kab. Minahasa Utara 2015. Jang Lupa Neh, Ba Cobloss !!! Rabu 9 Desember"
Jika dilihat sepintas, tulisan yang ada dalam rangkaian kalimat itu, sah-sah saja sebab tertulis slogan ajakan bagi warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Tapi apabila diteliti mendalam,  ADA PENULISAN DUA  HURUF 'S' DALAM KATA coblos sehingga menjadi coblo SS'.
Dugaan beberapa pihak kian mengerucut lagi saat mendapati, penggunaan tiga tanda seru (!) yang tifdak pantas diletakkan pada kalimat itu. Pasalnya, tiga tanda seru itu, dalam Bahasa Indonesia, harusnya terletak di akhir kalimat (Rabu 9 Desember), bukan disamping kata Ba Cobloss.
Untaian huruf tidak layak itu, sontak menciptakan gejolak di kubu para calon yang tak bisa di elakkan lagi, langsung menuding, diindikasi kampanye terselubung di KPU Minut mengarahkan warga untuk memilih salah satu pasangan kandidat .
Sedangkan kata SS dan tanda seru sebanyak tiga buah itu, jelas sekali mengarah pada ama salahsatu kandidat yakni Sompie Singal (SS) yang bernomor urut tiga. Dan, Sompie Singal aalah Petahana, atau Incumbant.  
Tak pelak, hal ini langsung saja mendapat protes dari tim kampanye pasangan calon bupati nomor urut dua Vonnie Anneke Panambunan dan Joppi Lengkong.
 "Kami menilai pihak KPU Minut tidak netral karena membuat bordir seragam yang mengarah kepada pasangan nomor urut tiga. Kasus ini akan kami lapor secara resmi kepada Panwas Minut," kata Ketua Tim Kampanye VAP-JO Denny Sompie SE.
Sementara itu, Komisioneir KPU Minut Julius Randang mengakui kesalahan KPU. "Ini karena kurang koordinasi saat membuat seragam. Dan kami tetap menerima jika ada pihak-pihak yang merasa keberatan," ujar Randang.
Tanggapan miring tentang netralitas KPU Minut, terus saja berdatangan. Howard Pengky Marius SE, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), mengecam sikap KPU Minut terkait hal ini. "Ketua KPU adalah orang pertama yang harus bertanggungjawab atas hal itu, sebab ada 3 calon lain yang akan dirugikan dalam pilkada ini. Kalau alasan KPU hanya kalimat kurang koordinasi, saya anggap bahasa itu terlalu enteng. Kenapa, sini sudah ada tendensi ketidak netralan padahal Ketua KPU dan beberapa komisioner-nya bukan orang baru lagi di dunia PILKADA," sembur aktivis ganteng itu Jumat (28/8).

Demi menegakkan supremasi keadilan, Marius meminta PANWAS dan GAKUMDU Minut mendalami masalah itu sampai tuntas. "Harus dituntaskan, telusuri kapan dan dimana border kaos itu dipesan, siapa yang memesan, dan jika terbukti ada unsure keberpihakan dan arahan, kami minta KPU Minut gelar JUMPA PERS sebagai amanah UNDANG-UNDANG KETERBUKAAN PUBLIK, untuk oknum-oknum terkait, diproses hukum, "(TIM)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.49.00

0 komentar:

Posting Komentar