Iklan

Agus Gelandang Agus ke Rutan Malendeng, di Bulan Agus…tus

Posted by jhon simbuang on Rabu, 19 Agustus 2015

Airmadidi, Identitasnews.com - Keseriusan instansi berseragam cokelat berlambang neraca (dalam hal ini kejaksaan red-) Negeri Airmadidi, ternyata tak boleh dipandang sebelah mata. Kalau beberapa waktu sebelumnya ada sebutan masyarakat bahwa, ‘Kejaksaan Negeri Airmadidi penakut’, maka instansi vertical tersebut, membuktikan gebrakannya.

Selang sehari sesudah HUT Kemerdekaan RI ke-70 (tanggal 17 Agustus 2015) pihak Kejari Airmadidi masih memberi kesempatan oknum pejabat menghirup udara bebas. Selang satu hari (keesokan harinya Selasa 18 Agustus 2015), Kejari-pun langsung memanggil Kasatpol PP Agust Sangian SH.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Airmadidi, Agus Sugianto Sirait SH, yang didampingi Kasie Intel Hendra Wijaya SH, kepada sejumlah wartawan, diruang kantornya membenarkan kalau pihaknya telah memanggil dan menahan Kasatpol PP Minut, Agus Sangian SH.
“Awalnya Agus sudah beberapa kali kami panggil untuk proses pengambilan keterangan saksi, tapi tidak pernah hadir. Nantihari ini, setelah panggilan kesekian kalinya, dia baru hadir. Ternyata, dari pulbaket kami, dia berubah jadi tersangka, dan langsung kami tahan,” kata Kasie Intel Hendra Wijaya.

Pukul 19:20 witta, Sangian digelandang ke Rutan Malendeng oleh beberapa anggota Kejari Airmadidi.


Sesuai keterangan Kajari Airmadidi, kasus yang menjerat Kasatpol PP Minut, Agus Sangian adalah pengembangan kasus lama, semenjak Sangian masih menjabat Kadis Tata Ruang tahun 2013 silam. 

“Tindakan Pemerasan Retribusi IMB yang dilakukan oleh Tersangka Agus Sangian Kadis Tata Ruang dan Bramy Yeldi Ticoalu selaku Kabid Pengawasan. Ini modus yang sudah terjadi bertahun-tahun, yakni penyalahgunaan kewenangan, seperti apa yang harus dilakukan, tidak dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, malah dilakukan,” kata Sirait Selasa (18/8).


Kasus yang dilakukan Agus Sangian dan Yeldi Ticoalu, menurut Kajari adalah tindakan Pemerasan Terhadap Permohonan Retribusi IMB UD SUKSES MEKAR ABADI.
"Sebelum dilakukan pembayaran mereka sudah keluarkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (KRD) tidak memakai stempel tapi ditanda - tangani dengan memplot yang mana IMB yang harus disetorkan pihak terkait, sebesar Rp. 942.000.000," jelas Sirait.

Uang yang ditagih itu, lanjut Kajari, disimpan tersangka entah dengan caranya sendiri. Nanti beberapa hari kemudian, Agus Sangian mengeluarkan KRD resmi, yang mana IMB untuk UD SUKSES MEKAR ABADI  adalah sebesar 712 juta rupiah (Rp. 712. 000. 000).

"Dari sisa uang sebesar 229 juta rupiah, menurut pengakuan tersangka, uang sisa sudah dikembalikan ke UD SUKSES. Tapi, uang yang diserahkan ternyata tidak ke orang atau pihak bersangkutan. Malahan, saat diselidiki Tim kami,  oknum yang dimaksud tersangka ternyata sudah tidak bekerja ditempat itu," tukas Kajari.

Karena perbuatannya, Tersangka dikenai UU Tipikor Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan UU Nomor 31, Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 
"Pasal 11 dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun, maksilmal  kurungan badan 
Pasal 2, minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 200.000, paling banyak 1 miliar,” tandas Kajari Airmadidi, Agus Sirait SH.(Adhit/Ficky/Meikel)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

09.40.00

0 komentar:

Posting Komentar