Iklan

38 Kapal Ilegal Ditenggelamkan, 4 Unit di Bitung

Posted by jhon simbuang on Rabu, 19 Agustus 2015

Nasional, Identitasnews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan Agung dan Instansi Lainnya menenggelamkan 38 Kapal yang merupakan hasil tangkapan dari KKP (21 kapal), TNI AL (21 Kapal), dan Polri (5 Kapal), dan di tenggelamkan bersama-sama berbeda lokasi.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Asep Burhanudin memimpin penenggelaman kapal illegal fishing diperairan Pontianak, selasa (18/8/2015).
15 kapal yang ditenggelamkan di Pontianak terdiri dari 
1. KM. BD 95582 TS (Vietnam, 35 GT; 
2. KM. BD 96797 TS (Vietnam, 35 GT),3. KM. BD 95980 TS (Vietnam, GT), 
4. KM. BD 95980 TS (Vietnam, GT), 
5. KM BD 96884 TS (Vietnam, 71 GT), 6. KM. TG 92420 TS (Vietnam,107 GT), 
7. KM. BD 95159 TS (Vietnam. 53 GT), 8. KM. KG 90512 TS (Vietnam, 83 GT), 9. KM. KG 94152 TS (Vietnam.132 GT), 
10. KM. KG 91395 TS (Vietnam.75 GT), 
11. KM. KG 91751 TS (Vietnam.125 GT), 
12. KM. SUDITA 27 (Thailand, 102 GT), 13. KM. JALAKOMIRA 087 (Thailand, 103 GT). 
14. KM. SURYA JAYA (Indonesia) dan 15). KM. HATARI (Indonesia).

Sedangkan 8 Kapal Filipina yang memiliki bobot rata-rata 5 GT yang ditenggelamkan di Bitung, Sulawesi Utara terdiri dari 

1. KM. AMAY PHILIPIN, 
2. KM REYCHEL 55,83 GT, 
3. Bintang Terang 1 (Indonesia, 6 GT),
4. Bitang Terang 2 (Indonesia, 6 GT).

Selanjutnya TNI AL menenggalamkan Kapal di Ranai terdiri dari 
1. KM. Sudita 11 (Thailand), 
2. KM Camar Laut 01 (Thailand), 
3. KM THINDO MINA 6 (Thailand), 
4. KG 9334 BTS (Vietnam), 
5. KG 1543 BTS (Vietnam),
sedangkan di Tarempa yaitu 
1. Laut Natuna 15 (Thailand), 
2. KG 92826 TS (Vietnam), 
3. KG 93167 TS (Vietnam).
Di Tarakan terdiri dari 
1. KM L/B LUKE VII (Filipina), 
2. L/B Stonino (Filipina), 
3. L/B Raffi (Filipina), 
4. TW. 5330/6/F (Malaysia).


Penenggelaman dilakukan dengan menggunakan dinamit daya ledakan rendah sehingga kondisi kapal tetap terjaga, dan dapat berfungsi menjadi rumpon dilokasi penenggelaman.
Diharapkan kapal-kapal yang ditenggelamkan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan diperairan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan. *(Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Asep Burhanudin).(TIM)*** di kutip dari Celebes net

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.03.00

0 komentar:

Posting Komentar