Iklan

Sistem Layanan SPBU Tababo Milik Wabup Mitra Menuai Kritikan Warga Belang

Posted by jhon simbuang on Jumat, 31 Juli 2015

Safitri: “Perlu adanya pemberdayaan tenaga kepolisian dan kontrol DISPERINDAG Mitra

Ratahan, Identitasnews.com – Pelanggan atau konsumen SPBU Desa Tababo Kecamatan Belang dibuat geram oleh sistem pelayanan dan pola kerja pihak SPBU tersebut. Khususnya pengendara roda dua dan roda empat, mereka dibuat gerah karena para karyawan lebih mengutamakan kepentingan pelanggan yang membeli dengan menggunakan galon (jerigen).

“Kalau hanya satu-dua galon, yah kami bisa memahami, tapi itu ada yang membawa lima (5) galon, bahkan lebih, datang-datang langsung dilayani, sedangkan kami sudah hampir dua (2) jam antre, tidak kunjung dilayani,” keluh Sarphan sopir pick-up asal Belang kepada wartawan.
Foto ilustrasi

Tidak seedikit pelanggan mengeluhkan pelayanan petugas SPBU Tababo yang lebih mengutamakan pelayanan pada pemilik galon. Belum lagi mereka yang menggunakan sepeda motor, bahkan mobil yang sudah memodifikasi kendaraannya  dengan tangki yang berkapasitas isi besar.
“Para karyawan memilih mereka itu didahulukan sebab dalam melancarkan aksi mereka, para pembeli (penampung BBM) itu memberi uang tip bagi para karyawan. Ada karyawan yang mengaku, dalam 1 galon isi 25 liter, mereka diberi uang minimal Rp. 2.000. Kalau 10 galon berarti Rp. 20. 000,” beber salah seorang pelanggan.
Beberapa pengendara yg sedang mengantri di temuai wartawan juga melontarkan keluhan yang sama. Mereka sangat kecewa dengan sikap petugas SPBU lebih mengutamakan galon. “Silahkan melayani galon maupun sepeda motor dan mobil ber-tangki modifikasi kalau itu tidak melanggar hukum, tapi jangan lupa prosedur pelayanan dong. Kami kan punya undang-undang perlindungan konsumen,” tukas Ibu Safitri pengendara sepeda motor.

Safitri berharap, pemerintah peka dalam hal seperti ini, sebab ini menyangkut pelayanan publik dan ada instansi pemerintah dan aparat hukum yang berkaitan dengan hal ini. Apalagi pemilik SPBU tersebut adalah Wakil Bupati Mitra, Ronald Kandoli.
“Perlu adanya pemberdayaan tenaga kepolisian dan kontrol DISPERINDAG Mitra dalam pengawasan BBM bersubsidi, agar penyaluran tersebut sesuai yang seharusnya dan perlu juga pengawasan penyaluran BBM Solar Bersubsidi. Disini sudah tidak mengherankan kalau petugas sering melayani tong penampung yang akan di bawa ke proyek-proyek sehingga pengendara yang menggunakan solar harus membeli ke pengecer saking Solar yang ada sudah habis diborong mereka.(CHRISTY)


Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.05.00

0 komentar:

Posting Komentar