Iklan

Pangkerego; "Bahasa Daerah dan Cerita Rakyat Perlu Dilestarikan"

Posted by jhon simbuang on Rabu, 15 Juli 2015

Penerapan Kurikulum 13 (K-13) Pemicu Musnahnya Bahasa Daerah


Airmadidi, Identitasnews.com
- Pelestarian bahasa daerah dan cerita rakyat perlu mendapat perhatian lebih karena saat ini penggunaan bahasa daerah makin berkurang, khususnya di kalangan generasi muda.

Selain itu, cerita rakyat perlu dilestarikan karena sarat dengan pesan-pesan moral yang tinggi. Dan hal itu terangkat pada Musyawarah I Dewan Kesenian Minahasa Utara 2015 dengan tema 'Kesenian Rakyat adalah Kehidupan' yang digelar di Hotel Sutanraja, Selasa (14/07) kemarin.

Rusli Manorek, narasumber dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Suluttenggo, menyatakan pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari diri kita masing-masing. "Di Minut banyak sanggar-sanggar budaya. Dari tempat seperti ini bisa dilakukan pelestarian bahasa daerah," tuturnya.

Manorek juga mengatakan saat ini pihaknya aktif menggali dan menginventarisasi cerita-cerita rakyat yang ada di Sulut. "Ini sangat penting karena cerita rakyat sarat pesan moral," bebernya.
Musyawarah ini juga menghadirkan pembicara Kadisbudpar Minut Femmy Pangkerego yang membawakan materi Kebijakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minut.
Henny Dien peserta dari Sanggar Lumaya mengataka,n penggunaan bahasa daerah masih minim di Minut. Malah kondisi ini diperburuk oleh penerapan Kurikulum 13 (K-13) dimana muatan lokal (mulok) bahasa daerah sudah dihapus.
"Padahal sekitar lima tahun lalu, Bupati Minut mencanangkan pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah. Namun sejak diterapkan K-13, mulok bahasa daerah sudah tak ada lagi,"kata Dien.
Sementara itu dalam sambutannya saat membuka musyawarah, Ketua Umum Dewan Kesenian Minut Altje Singal Polii melalui Kadisbudpar Dra. Femmy Pangkerego MP.d mengakui yang mana pihaknya telah menerima banyak masukan tentang kesenian rakyat di Minut dan beragam potensi yang terpendam sehingga harus diglobal-kan.
"Semoga musyawarah ini menghasilkan hal yang baik demi kejayaan Minut. Jangan sampai harta kekayaan berupa tradisi milik kita nini punah dan tinggal kenangan saja. Marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan budaya yang ada," ajaknya.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

07.53.00

0 komentar:

Posting Komentar