Iklan

M.O.S SMAN I Airmadidi Nyaris Berujung Maut

Posted by jhon simbuang on Jumat, 31 Juli 2015

Lemahnya Pengawasan, Ciptakan Peluang Kriminalitas

Airmadidi, Identitasnews.com
- SMAN-I Airmadidi adalah sekolah teladan yang kini dimiliki Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara.
Semua orangtua di Minut sangat bangga kalau anak mereka masuk dan lulus dari sekolah yang telah menelurkan sejumlah nama pejabat dan orang terkenal itu (SMAN-I Airmadidi red-).


Usai masa liburan, seperti SMA yang lainnya, SMAN-I Airmadidi juga membuka tahun ajaran baru 2015-2016.
Para calon siswa berbondong-bondong mendaftar namun tak semuanya diterima mengingat kapastitas tampung SMAN-I Airmadidi punya keterbatasan.

Para siswa yang terekrut-pun memulai tahun ajaran baru di sekolah kharismatik itu dengan sejuta harapan dan cita-cita.
Hari pertama sekolah, para pelajar baru diwajibkan mengikuti agenda Masa Orientasi Siswa (MOS) dalam beberapa hari.
Tujuan MOS itu pada dasarnya baik, terutama dalam memper-erat tali kekeluargaan antara siswa satu dengan lainnya.
Rabu (28/7), seperti hari-hari sebelumnya, para siswa-pun mengikuti MOS tersebut.
"Masa anak SMA diijinkan melakulkan MOS seperti itu, di kampus-kampus saja, banyak yang sudah melarang MOS itu," keluh salah satu orangtua murid yang meminta namanya tidak diberitakan dengan alaasan keamanan anaknya di sekolah itu.

Lanjut sumber, dirinya kaget ketika mendapati anaknya pulang kerumah  Sekitar pukul 10 witta dengan wajah pucat pasi dan bermandi keringat.
"Anak saya lari pulang ketakutan karena ada murid mengamuk dengan Samurai dalam MOS itu," tukas sumber kecewa.
Dirinya menyesalkan sikap sekolah yang tidak memperhatikan keamanan para siswa didalam lingkungan sekolah.
"Kenapa tidak ada pengawasan dari pihak sekolah, kalau sudah terjadi tiumpah darah, siapa yang akan bertanggung jawab," tandasnya.

Sesuai keterangan beberapa siswa SMAN-I Airmadidi, kejadian itu bermuara dari perlakuan para senior dalam agenda MOS. "Ada salah satu senior (kakak kelas) yang ba plonco so keterlaluan, karna malu dan sakit hati, siswa baru itu pulang ambil samurai dan datang mengamuk," bebera siswa itu.
Hal itu tentu saja mengundang rasa ketakutan bagi para orangtua murid lainnya. Ketua LSM GMBI Minut, Howard Pengky Marius SE.

Menurut Howard, pihak SMAN-I Airmadidi tidak efisien melegalkan acara MOS, tanpa didampingi para guru.
"Para pelajar ini masih perlu bimbingan dan tuntunan para guru. Kalau tidak, maka seperti itulah dampak negatif yang terjadi. Coba seandainya kejadian itu berbuntut pada pembunuhan, otomatis pihak sekolah yang akan dikejar hukum," semburnya.
Marius juga mempertanyakan safety dan pengamanan di SMAN-I Airmadidi sehingga ada siswa yang bisa lolos dengan senjata tajam jenis Samurai.
"Setahu saya, di SMANAR ada sekurity, kenapa bisa lolos. Para guru dimana waktu kegiatan itu berlangsung, dan bagaimana sikap kepala sekoilah terkait masalah itu," pungkasnya.

Sangat disayangkan, Kepala Sekolah SMAN-I Airmadidi (SMANAR), Drs Ernest E Emor ketika dihubungi di ponsel 08218787XXXX, tidak menanggapi upaya konfirmasi wartawan.(John)


Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.52.00

0 komentar:

Posting Komentar