HUT SHS
Headlines News :
Home » » Drainase Manado Airmadidi Bitung Buruk, Hujan Akhir Tahun Minut Terancam Banjir

Drainase Manado Airmadidi Bitung Buruk, Hujan Akhir Tahun Minut Terancam Banjir

Written By jhon simbuang on Jumat, 10 Juli 2015 | 14.43.00

Bencana Alam 15 Januari 2014 Berpotensi Terulang Lagi


Airmadidi, Identitasnews.com – Proyek Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Utara, terkesan asal jadi dan tidak ada kordinasi antara satu sama lain. Akibatnya, masyarakatlah yang bakal menanggung resiko dan dampak dari semua itu.
Mau contoh yang paling fatal? ..... Mari kita kembali pada peristiwa bencana alam terbesar sepanjang dekade terakhir di Sulut. 15 Januari 2014 silam, miliaran harta benda masyarakat hancur di luluh-lantak oleh keganasan alam. Apakah itu belum cukup....
Kejadian bersejarah tersebut harus mendapatkan perhatian serius pemerintah, agar pada musim penghujan nanti, tidak terulang lagi. Namun sangat disayangkan, ternyata kejadian itu belum membuat pemerintah berbenah dan mengintrospeksi diri.
Terbukti, Beberapa jembatan putus seperti Jembatan Tikala-Dendengan di Manado, masih memakai jembatan darurat buatan TNI. Belum lagi item-item vital lainnya yang didiamkan tak tersentuh, padahal awalnya sudah di rencanakan menjadi skala prioritas.
Di Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya di bilangan Airmadidi (sepanjang Kelurahan Sarongsong Satu sampai Kelurahan Airmadidi Atas), potensi bencana alam ibarat bom waktu yang mengincar. Sewaktu-waktu meledak, masyarakatlah yang menderita.
Pasalnya, drainase sepanjang ruas jalan Manado-Airmadidi-Bitung yang hanya berada di bahu kiri jalan saja, pada beberapa titik kedapatan mampet alias tidak tembus. Akibatnya, jika terjadi hujan dengan volume air cukup besar, air dari saluran (drainase) itu meluaptumpah ruah ke jalan raya.
Lebih mengenaskan lagi, diatas drainase sudah ditutupi paving sehingga kian sulit –lah pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menangani kebuntuan saluran air itu.  
Pembangunan drainase yang sudah dititupi trotoar itu, menurut Ketua LSM LAKP2N, Rinto Rahman, sebenarnya menjamin kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki serta pengguna jalan.
“Itu sangat baik dan bermanfaat, asalkan itu dikerjakan sebagaimana mestinya. Tapi sangat disayangkan, drainase disepanjang trotoar itu, dibuat asal-asalan sehingga berisiko banjir,”tuturnya.
Sistem drainase di sepanjang ruas jalan Manado-Airmadidi-Bitung yang buruk, seperti yang ada di wilayah Airmadidi, lanjt Rinto, sangat menghawatirkan. Selain didalamnya ada beberapa saluran buntu, beberapa penutup drainase itu tidak ada penutupnya, sehingga para pejalan kaki bisa terperosok ke lubang – lubang itu.
“Banjir dan genangan air terjadi akibat drainase buruk. Selain perencanaan tidak baik, tidak adanya pengawasan dan kordinasi akibatnya hasil pekerjaan itu jadi seperti yang sekarang ini. Kajati Sulut jangan tinggal diam, proyek itu nampak jelas sangat tidak maksimal, jadi saya harap Kajati turun lapangan dan tindak lanjuti hal itu,” pintanya.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD