Iklan

Bakal Dipecat Dari PDI-P, Mandagi Tersenyum Lebar

Posted by jhon simbuang on Rabu, 01 Juli 2015

Mandagi: "Dimana Bumi Kupijak, Disitu Langit Kujunjung"

Airmadidi, Identitasnews.com - Aroma Pilkada di Kabupaten Minahasa Utara, kian memanas. Kalau di kabupaten/kota lain figur papan satu (cabup/cawali) mulai santer dibicarakan, lain lagi di Minut.
 

Sampai hari ini, elektabilitas nama Vonny Aneke Panambunan (VAP), seakan menjadi momok menakutkan di Minut sehingga para calon papan satu seakan redup.

Pengamat politik dan pemerintahan Minut, Tenny Rumbayan kepada sejumlah wartawan mengatakan yang menarik di Minut saat ini justeru ada pada sosok papan dua (calon wakil bupati), bukan calon bupati (cabup).
"Saya lihat kebanyakan bacalon wabup  mulai melirik ke VAP, itulah yang membuat kursi papan dua memanas," ujarnya.
Dari perkembangan yang telah  ketahui, bahwa para calon telah secara resmi mendaftar di Parpol-parpol yang bisa mengusung langsung maupun Koalisi Parpol.
Satu hal menarik dari sekian bacalon adalah muncul sosok Ir. Johan C Mandagi yang memiliki back-ground politikus mantan Ketua DPC PDIP Minut Periode 2010-2015.
Kebanyakan masyarakat Minut mengenal Ir Johan C Mandagi sebagai salah satu politikus ulung yang sangat akrab dengan warga, terlebih di internal partai DPC PDIP Minut bahkan Sulut.

Namun di sayangkan ketika penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang di buka DPC PDIP Minut secara langsung bisa mengusung calon, nama Enne tak masuk dalam penjaringan walaupun sebenarnya yang membuat PDIP Minut bisa mencalonkan secara langsung buah tangan dari kepemimpinan Enne.

Perlu diketahui juga, Enne merupakan satu dari dua kader PDIP Sulut yang juga lulusan Pendidikan Kader PDIP yaitu Pendidikan Guru Kader Utama, mengatakan dirinya melihat peluang yang ada di depan mata harus di maksimalkan.
Inilah dasar Mandagi memberanikan diri untuk ikut bertarung pada Pilkada Minut. Ia telah mendaftarkan diri di Koalisi Gerindra-PPP Minut dan menetapkan diri mendaftar di Calon Wakil Bupati.
Alhasil, beberapa waktu terakhir, beredar isu yang mana Ir. Johan C Mandagi bakal dicoret dari keanggotaan DPC PDI-P.
Menanggapi hal itu, Enne mengaku tidak kaget.
"Saya akan dipecat, saya harus bagaimana lagi, kan saya tidak masuk dalam struktur lagi. Walau begitu, saya tetap memegang prinsip kesetiaan yaitu 'Dimana Bumi dipijak, disitu langit dijunjung," katanya.

Musim Pilkada, lanjut Enne, adalah musim mendulang suara, bukannya mengurangi suara.
"Yang pasti kita semua tidak mau mengambil resiko hanya karena selentingan kepentingan oknum, dan partai jadi korban," pungkas pria yang berperawakan kalem namun sarat pengetahuan itu.

Terpisah, mantan Kumtua Desa Paslaten, Meyta Lantang menyikapi isu tersebut, mengaku sangat mengkritisi hal itu.
"Masa sih demikian, apa itu tidak akan berdampak pada pilkada nanti," tukas wanita berparas cantik itu.

Kalau benar demikian, timpal Meyta, imbas perpecahan bakal menyeruak. "Selama 12 tahun berlalu, kepemimpinan Enne sangat mantap. Dia sudah berbuat untuk partai dan imbalannya dipecat. Kalau pemecatan itu terjadi, saya yakin PDI-P akan mengalami kerugian suara pendukung," kata mantan Bendahara DPC PDI-P itu.(John/Adhitya)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.59.00

0 komentar:

Posting Komentar