Iklan

Terminal Bayangan di Kauditan Lambang Wibawa Dishub Minut Lemah

Posted by jhon simbuang on Selasa, 16 Juni 2015

Marthen; "Selain itu, dengan demikian bisa saja terjadi praktik pungli karena semua serba praktis"


Airmadidi,Identitasnews.com
– Bertahun-tahun ruas jalan Kawiley Kauditan Kecamatan Kauditan (Perempatan Kauditan) di hiasi kebanyakan kendaraan komersial jenis mikrolet terparkir begitu semrawut


Sejak dulu para sopir mikrolet telah menjadikan persimpangan tersebut sebagai tempat menaik-turunkan penumpang layaknya sebuah terminal.
Adapun mikrolet yang mendominasi terminal bayangan itu ternyata dari trayek Kauditan - Airmadidi dan trayek Kauditan – Kema.

Satu hal yang menarik adalah, Kecamatan Kauditan sudah bertahun-tahun memiliki terminal yaitu Terminal Kauditan yang di prakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) melalui Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo).

Sangat di sayangkan terminal yang dibangun dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) dengan jumlah tak sedikit itu terkesan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pasalnya aktifitas angkutan darat cenderung berlangsung di luar terminal itu (di perempatan Kauditan red-).

Seperti kita ketahui, harusnya mobil-mobil mikrolet trayek Kema, Kauditan, Airmadidi dan Tangkoko antri didalam terminal sambil menunggu giliran mengisi penumpang agar tercipta kenyamanan untuk semua pihak.

Tapi karena hampir semua kendaraan justru lalu lalang di luar terminal tanpa ada upaya pembenahan, maka hampir setiap hari di terminal itu yang ada hanya mikrolet trayek Kauditan Tangkoko yang mangkal di terminal itu.
"Sebenarnya kami sudah berkali-kali kami menegur. Mar sopir mikro yang beking praturan sendiri supaya dorang boleh mangkal di situ (Prampatan Kauditan), sehingga kami nda bisa berbuat apa-apa," beber salah satu anggota Dishub Minut.

Dilain pihak, para sopir mikrolet trayek Kauditan-Airmadidi menampik ucapan anggota Dishub itu. Menurut salah seorang sopir yang meminta namanya tidak di sebutkan, mengaku yang mana semua itu adalah kemauan para penumpang.
"Kalu pagi deng so malam penumpang so nimau mo trus di terminal dorang kurang suka di prampatan sini,"jelasnya.

Sesuai pantauan www.identitasnews.com dari hari kehari Terminal Kauditan yang seharusnya ramai karena ada trayek antar kota (Kauditan Bitung),  dari hari kehari kian sepi saja. Lebih mengenaskan lagi, beberapa fasilitas bangunan dan lahan dalam terminal Kauditan nampak tak terurus bahkan di sana sini sudah ditumbuhi rumput liar.
"Ini sama saja dengan lemahnya fungsi dari Dishubkominfo. Kalau dinas terkait berlaku tegas, otomatis tidak ada pemandangan semrawut seperti di perempatan Kauditan seperti yang kita llihat, " ujar Marthen Tudus wartawan asal Desa Makalisung Senin (15/6).

Disamping tidak tertib, lanjut Marthen, keamanan dan kenyamanan para penumpang kurang terjamin. "Selain itu, dengan demikian bisa saja terjadi praktik pungli karena semua serba praktis, "sindirnya.(John/Adhitya)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.42.00

0 komentar:

Posting Komentar