Iklan

TEMPAT PERMANDIAN AIR TUANG RAWAN TUKANG BA HOBA

Posted by jhon simbuang on Sabtu, 13 Juni 2015

Airmadidi, Identitasnews.com - Air Tuang adalah nama salah satu dari tempat permandian kebanggaan masyarakat Airmadidi yang terletak di Kelurahan Sarongsong 1 yang berbatasan dengan Kelurahan Rap-Rap Lingkungan 2.



Menurut pengakuan sejumlah warga, Air Tuang ini konon merupakan sungai bawah tanah yang berkaitan dengan sebuah danau yang berada di Gunung Kelabat. Kendati di landa musim kemarau yang berkepanjangan sumber Air Tuang volume air Air Tuang tidak berkurang atau berkurang.

Adapun kata Air Tuang di berikan warga karena sebelum kemerdekaan di sekitar tempat ini banyak di huni warga keturunan Belanda. Dan, dulu hanya mereka yang keturunan saja yang boleh mandi di situ.
“Dulu cuma tuang-tuang besar yang boleh mandi situ, makanya torang kase nama Aer Tuang,” kata Berce Kaseger warga Kelurahan Rap-rap Lingkungan 2.

Informasi masyarakat yang mana di daerah itu banyak tinggal warga keturunan Belanda di dukung oleh beberapa bukti seperti arsitektur rumah warga berusiah ratusan tahun, banyak lansia yang pintar berbahasa Belanda, bahkan sampai hari ini salah satu sisi masi berdiri indah beberapa kuburan yang oleh warga di sebut Kubur Belanda.
“Selain itu, para keturunan Belanda masih ada disini,” ujar Ruddy Dengah warga Kelurahan Rap-rap kepada wartawan.
  
Dengah juga mengatakan bahwa Air Tuang mempunyai khasiat yang cukup unik. Pasalnya warga yang mandi di tempat itu jarang terkena penyakit kulit, warga juga jarang terkena sakit perut dan mag.

“Setahu saya sejak dulu,- opa, orang tua kami sampai pada kami air yang kami ambil dari Air Tuang, langsung kami minum tanpa di masak,” beber Dengah.


Sesuai pantauan wartawan Minggu (14/6) di tempat permandian Air Tuang terdapat sejumlah warga baik dari Dembet (Sarongsong I), Kompas (Kompleks Pasar), bahkan Kelurahan Rap-rap yang sedang mandi dan mencuci pakaian.


Sayangnya khusus untuk wanita, mereka merasa tidak nyaman karena tempat mandi wanita terbuka dan bisa langsung kelihatan dari luar jalan.
“Nda nyaman mandi di sini karna banyak orang yang ja bahoba (mengintip).” Keluh Ibu Yenni Koloay warga setempat.

Sedangkan pada malam hari, warga tidak berani lagi pergi ke tempat permandian Air Tuang karena tempat permandian gelap tanpa ada penerangan.
“Terlalu gelap, padahal kesempatan kami kaum wanita mau mandi dengantenang, hanya di malam hari,” timpal Maria.

Masyarakat setempat sangat berharap uluran tangan dari pemerintah untuk membenahi kekurangan dari tempat pemandian umum Air Tuang tersebut.
“Beberapa waktu lalu, ada proyek PNPM. Tapi kurang sempurna. Coba pemerintah sekali lagi mengucurkan dana agar Air Tuang ini khususnya di tempat mandi wanita, dibuatkan atap dan lampu penerangan,” pinta Ibu Shandy Wurara.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

23.30.00

0 komentar:

Posting Komentar