Iklan

Stop Dulu Kegiatan Pembangunan Jalan Tol Manado Bitung, Terkait Masalah Pembayaran Tanah

Posted by Efraim Lengkong on Senin, 15 Juni 2015

Manado, Identitasnews – Setelah beberapa bulan ruas jalan tol Manado Bitung menunjukkan aktifitas kegiatan pembangunan, ternyata lahan yang dibangun ruas jalan tol tersebut masih bermasalah.

Pengacara Franklin Hinonaung selaku kuasa hukum dari Tjan Laurencia Evellyn yang merupakan pemilik lahan yang tanahnya sementara dibangun ruas jalan tol pada Senin pagi (15/6) di Manado mengatakan pihaknya telah menyampaikan beberapa kali somasi kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena hingga saat ini masalah pembayaran tanah tersebut belum tuntas.  Panitia jalan tol untuk dapat segera menuntaskan masalah ini. Untuk itu kami minta dengan sangat agar pengelola jalan tol tersebut yakni PT.  Dayana Cipta untuk dapat menghentikan sementara kegiatannya,”tegas Hinonaung.

Franklin Hinonaung mengatakan kegiatan pembangunan jalan tol yang sedang dikerjakan untuk dapat dihentikan sementara sampai adanya penyelesaian oleh panitia jalan tol. ‘

“Untuk itu kami memberikan waktu selama empat hari agar masalah ini dapat dituntaskan.  Karena jika somasi atau teguran ini tidak diindahkan maka dengan sangat menyesal, kami akan mengambil langkah hukum yakni tindakan hukum baik perdata maupun pidana,”tegas Franklin.

Franklin Hinonaung mengungkapkan kliennya sebagai pemilik tanah tersebut memiliki sertifikat hak milik  nomor 867 dengan luas lahan delapan ribu meter persegi  yang terletak di desa Maumbi kecamatan Kalawat kabupaten Minahasa Utara.  Luas tanah tersebut masuk dalam pembebasan tanah ruas jalan tol Manado Minahasa Utara Bitung.

Adapun tanah tersebut berada di depan jalan masuk ring road di Minahasa Utara.  Atau tepat berada di depan rumah makan Kampung Minahasa

Seperti diketahui, harga yang tanah yang ditawarkan untuk dibayar oleh pemerintah melalui panitia jalan tol sebesar 200 ribu rupiah per meter persegi, sedangkan harga yang diinginkan oleh pemilik tanah adalah yang sesuai dengan harga pasar sebesar satu juta rupiah per meter persegi.  (jacky)




Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.35.00

0 komentar:

Posting Komentar