Iklan

Pengelola Hiburan Malam Pertanyakan Disparbud Pilih Kasih dalam Operasi Penertiban

Posted by Efraim Lengkong on Jumat, 26 Juni 2015

Salah Satu Tempat Hiburan Malam di Manado 
Manado, Identitasnews – Menyusul adanya operasi penertiban di sejumlah tempat hiburan malam di Manado pada Rabu dinihari (24/6) yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, mendapat tanggapan serius dari pengelola hiburan malam.

Salah satunya tanggapan dari pengelola Double O Karaoke.  Menurut Direktur Double O Manado Executive Karaoke Robby Iswandi pada Kamis malam (25/6) di Manado mengatakan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung operasi penertiban yang dilakukan oleh pemerintah kota selama bulan puasa.

“Terus terang sebagai pengusaha, saya sangat mendukung program dari pemerintah mengenai operasi tersebut. Karena hal ini sebagai bentuk saling menghargai kepada umat muslim yang sementara menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan,” tutur Robby.

Apalagi menurut Robby, menjelang bulan puasa sudah ada pemberitahuan atau edaran dari pemerintah kota yang akan melakukan operasi penertiban bagi tempat hiburan malam yang melewati waktu operasional selama bulan puasa.

“Saya mau jelaskan memasuki bulan ramadhan, pihaknya selalu menutup usaha hiburan malam sebelum pukul 02.00 dinihari.  Sewaktu adanya operasi pada dinihari kemarin, kami sudah menutupnya setengah jam sebelum pukul dua.  Hal ini ditandai dengan adanya tagihan pembayaran bill kepada tamu,” ungkap Ko Lim sapaan akrabnya.

Ko Lim menambahkan, pihaknya pula telah menutup akses pintu masuk bagi para tamu yang akan menikmati fasilitas karaoke.

“Kami pun telah mematikan lampu di lobby.  Sehingga sudah tidak ada aktifitas. Hanya saja tamu yang masih ada di room, yang sudah membayar bill masih duduk-duduk di tempat karaoke. Tidak mungkin dan tidak etis bagi kami untuk menyuruh atau mengusir mereka keluar.  Tetap yang namanya usaha, kami tetap akan menghormati tamu.  Karena  mereka adalah raja,” ujar Ko Lim.

Robby Iswandi menegaskan, pihaknya justru mempertanyakan kepada Dispar yang terkesan pilih kasih dalam operasi dan penindakan.

“Kenapa tempat hiburan malam lainnya tidak ditindak. Padahal sudah jelas-jelas mereka dalam beroperasi sudah melewati jam operasional.  Lantas mengapa pula jika tempat usaha kami sudah tutup sebelum batas waktu operasional, tetapi masih ada tamu yang belum pulang walaupun baru 10 hingga 15 menit lewat waktunya, kemudian pemerintah mengancam untuk membekukan atau menutup sementara usaha tersebut?” tanya Ko Lim dengan nada kecewa.

Menurut Ko Lim, justru saat ini dan ke depan pemerintah untuk dapat lebih arif dan bijaksana.

“Sebaiknya bangunlah terus komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dengan pengelola hiburan malam dan asosiasinya.  Jika ditemui adanya dugaan melanggar jam operasional, sebaiknya dilakukan pendekatan pembinaan.  Mari kita bangun iklim investasi yang nyaman dan aman bagi pengusaha.  Apalagi kota Manado mengedepankan ikon kota pariwisata,” tegas Robby.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, sejak memasuki bulan puasa hingga Jumat dinihari, masih ditemui sejumlah tempat hiburan malam lainnnya yang tetap beroperasi walaupun telah melewati waktu yang ditentukan. Begitu pula ada sarana hiburan seperti spa, tempat pijat dan sejenisnya tetap beroperasi 1 x 24 jam, tetapi tidak ada penindakan dari pemerintah kota Manado.  (jacky) 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

23.47.00

0 komentar:

Posting Komentar