HUT SHS
Headlines News :
Home » » Pdt. Gideon Simanjuntak : Jika Kita Dekat dengan Tuhan, Bukan Kita yang Mengejar Berkat

Pdt. Gideon Simanjuntak : Jika Kita Dekat dengan Tuhan, Bukan Kita yang Mengejar Berkat

Written By Efraim Lengkong on Minggu, 21 Juni 2015 | 18.51.00

Pdt Gideon Simanjuntak
Manado, Identitasnews – Gereja Tiberias Indonesia Manado pada Ibadah Minggu siang (21/6) pukul 12.00 di Hotel Quality Manado dilayani oleh Pendeta Gideon Simanjuntak.

Dalam renungan khotbahnya kepada jemaat, Pendeta Gideon Simanjuntak mengatakan kehidupan orang yang percaya pada Tuhan untuk jangan menaruh harapan kepada harta, materi, koneksi dan kepandaian manusia.

Menurut pendeta yang berasal dari Jakarta ini, ada tiga hal dalam hidup orang percaya yang tidak akan tergoncangkan. 

“Pertama adalah minyak dan anggur.  Dalam nats alkitab Wahyu 6:6-8 ditegaskan minyak berbicara mengenai pengurapan dan anggur mengenai perjamuan.  Di tengah resesi dan kehidupan ekonomi yang serba sulit, namun bagi orang percaya yang ada minyak dan anggur maka di situ ada resepsi,” ujar Simanjuntak sambil tersenyum.

Di sela-sela khotbahnya, Pendeta Gideon pun menyinggung mengenai berkat yang dari pada Tuhan bagi orang percaya.

“Jika kita dekat dengan Tuhan, bukan kita yang mengejar berkat.  Tetapi justru berkat itu yang datang dengan sendirinya. Karena bicara berkat, bukan hanya berkat jasmani tetapi juga perlindungan Tuhan. Untuk itu, jadikanlah Tuhan sebagai prioritas utama.  Apa yang menjadi prioritas kita, maka Tuhan yang akan memeliharanya,”ungkap pendeta yang banyak  melayani anak-anak sekolah minggu.

Pendeta menambahkan, hal yang kedua yang tidak akan tergoncangkan adalah  berjaga-jaga dan terus berdoa. 

“Seperti dalam nats Lukas 21:34-36 hendak diingatkan kepada kita orang yang percaya bahwa Tuhan tidak melihat kehidupan awal kita. Tetapi kehidupan di akhir kitalah yang sangat menentukan.  Oleh sebab itu kita harus berjaga dan berdoa.  Artinya selalu setia percaya kepada Tuhan dalam kehidupan setiap hari,” tutur Pendeta Gideon.

Hal yang terakhir disampaikan Pendeta Gideon adalah pertobatan.

 “Pertobatan adalah proses seumur hidup kita.  Oleh sebab itu, hidup kita setiap hari adalah hidup yang diwarnai dengan pertobatan,” tegas Pendeta Gideon.

Dalam reungan khotbah tersebut,Pendeta Gideon Simanjuntak juga banyak menyampaikan kesaksian dari orang-orang percaya dalam kaitannya dengan kehidupan yang tidak tergoncangkan termasuk kesaksian pribadinya ketika hidup di Jakarta.  (jacky)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD