Iklan

Mayat Yang Ditemukan di Bitung, Ternyata Bernama Ningsih Manoppo Warga Desa Tambala

Posted by jhon simbuang on Rabu, 17 Juni 2015

Malonda: "Anis dan Buang sebelumnya berusaha menutupi dan coba merekayasa kematian korban"
 
Bitung, Identitasnews.com – Jajaran Polres Bitung tak main-main dalam menangani kasus kematian seorang wanita muda yang sempat menggemparkan Kota Cakalang itu.

Dalam hitungan jam, aparat Polres Bitung mampu mengungkap siapa korban tersebut, bahkan kronologi awal kematian korban, bahkan oknum-oknum terkait tewasnya wanita itu.
“Korban bernama Ningsih Syuli Manoppo (21), warga Jaga Tiga Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Hasil outopsi korban akan dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Makkasar untuk mencari tahu musabab kematian korban. Kami juga melakukan penyelidikan anatomi dan patologi untuk pemeriksaan jaringan dalam tubuh apakah ada bahan kimia masuk kedalam tubuh korban,” tutur Kapolres Bitung melalui Kasat Reskrim AKP Rivo Malonda kepada sejumlah wartawan Selasa (16/6).

Selain itu, lanjut Rivo, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi terkait kematian Ningsih yang diduga kuat terlibat dalam mata rantai perdagangan wanita. Ada dua germo yakni HA alias Anis (44) warga Kelurahan Bitung Barat Dua Kecamatan Maesa dan MN alias Buang (27) warga Lingkungan I Kelurahan Wangurer Timur Kecamatan Madidir.
“Selain mereka berdua, ada pula salah satu karyawan penginapan dan suami isteri pemilik penginapan sebagai saksi mengungkap kematian Ningsih,” ungkap dia.

Sampai hari ini proses penyidikan aparat, kata Malonda lagi, Anis dan Buang diduga kuat terlibat sebagai mucikari dari korban. Mereka berdua terbukti melanggar Pasal 296 KUHP karena terlibat sebagai mucikari, kemudian Pasal 297 KUHP terkait perdagangan wanita,” beber dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara juga, timpal Kasat Reskrim, diduga kuat Anis dan Buang telah menjual korban ke salah satu pengusahan perikanan terkenal asal Kota Bitung sebelum tewas dikamar hotel bersama Ko- A.
“Awalnya Anis memperkenalkan korban kepada Buang, dan Buang membawa korban ke penginapan dan menyerahkan ke Ko – A. Karena korban meninggal, Anis dan Buang membawa korban ke RSUD Manembo-nembo sambil mengaku yang mana mayat Ningsih ditemukan di taman Tugu Adipura Madidir, untuk mengelabui kecurigaan aparat. Sedangkan untuk tersangka kematian korban, kami masih melakukan pendalaman sambil menunggu hasil outopsi,”tegas Malonda.

Seiring waktu berjalan, kerja keras aparat Polres Bitung mulai menemukan beberapa barang milik korban terkait kematian Ningsih Syuli Manoppo (21) yang tewas pada Senin (15/6).
Informasi yang dirangkum tadi siang, polisi telah mendapati dua buah ponsel milik Ningsih  di mobil milik Ko A warga Aertembaga yang diduga kuat berduaan dengan korban sebelum meninggal di salah satu kamar di penginapan.
“Awalnya waktu dibawa ke RSUD, ponsel milik korban tidak ada didalam tas, ternyata ponsel itu ada pada mobil Ko – A. Anis dan Buang sebelumnya berusaha menutupi dan coba merekayasa kematian korban dengan cara melaporkan mayat tanpa identitas dan ditemukan di taman Tugu Adipura Madidir. Akhirnya mereka mengaku kejadian yang sebenarnya termasuk tamu korban malam itu yakni Ko. Keduanya mengaku menjual Ningsih kepada Ko A seharga Rp 500 ribu sekali kencan,” tandas Malonda.(Adhitya)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

02.22.00

0 komentar:

Posting Komentar