Iklan

Maya Rumantir Beri Materi Ideologi Pancasila dan UUD 45 di Desa Kaima

Posted by jhon simbuang on Kamis, 18 Juni 2015

Maya; "Ingat kata  Firman Tuhan; Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kemuliaan-NYA, maka semua yang kita butuhkan akan dilengkapi"

Airmadidi, Identitasnews.com - Masyarakat Desa Kaima sempat terpesona oleh kehadiran Anggota DPD RI dan MPR RI Dr. Maya Rumantir, MA Ph.D dan rombongan, di Kantor Hukumtua Desa Kaima, Kecamatan Kauditan Minut Rabu (17/6), pukul 17:00 witta.

Kehadiran wanita cantik yang diusung masyarakat Minut dalam pesta Pemilihan Anggota DPD RI tahun 2014 silam, menurut Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Minahasa Utara (GMBI Minut), Howard Pengky Marius selaku koordinator pelaksana kegiatan itu, adalah sebagian dari agenda penyerapan aspirasi rakyat.
"Ibu Maya memenuhi agenda Anjangsana Senator berupa Penyerapan Aspirasi Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara. Ibu Maya telah melakukan ini di beberapa tempat, dan Minut yang terakhir sebelum dia kembali ke Jakarta," katanya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar seratus orang warga itu, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama, sesudah itu diselingi doa pembukaan.
Turut hadir Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD) Bernard Togas dan beberapa unsur pemuda serta para lansia,
Bertindak sebagai pemateri, Dr. Maya Rumantir selaku Anggota Komite III yang membidangi pendidikan, wanita dan anak, lingkungan hidup dan sepuluh wadah lainnya.
Maya Rumantir yang saat itu mengenakan setelan kemeja putih dipadu kombinasi merah dan celana jeans merah, menguraikan materi Sosialisasi Pancasila yang dikemas dalam wacana Bhineka Tunggal Ika. "Ini juga dalam rangka menguatkan naluri kebangsaan, patriotisme dan nasionalime masyarakat Sulut, agar kedepan nanti masyarakat Sulut bisa menjadi generasi penerus yang tetap beradab sesuai Ideologi Pancasila dan UUD 45," katanya.

Menurut Maya Rumantir, Tuhan tidak melihat kecantikan dan pesona manusia, tapi penilaian Tuhan ada pada amal-perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari."Untuk apa kita berpenampilan dan berparas cantik, tapi isi hati dan jiwa kita bertolak belakang dengan iman dan ajaran agama, " tutur Maya.


Dalam sesi selanjutnya, Maya Rumantir memberi kesempatan masyarakat untuk menyampaikan tiga (3) aspirasinya.

Drs. Patrice Suwu selaku tokoh masyarakat Minut mengangkat aspirasi tentang Sila ke-2 Pancasila. Bagi Suwu, Pancasila dan UUD 1945 seakan hari kian menipis.
"Begitu juga Sila ke - 5 dari Pancasila, semuanya sudah menipis dari hari ke-hari. Contohnya saja pembangunan seperti Multi Mart dan Alfa Mart, tanpa sepengetahuan masyarakat, tiba-tiba sudah berdiri, dibekali iming-iming menyerap tenaga kerja lokal, tapi sebaliknya justeru tidak demikian, malahan mematikan para pengusaha kecil seperti pemilik warung, " tutur Patrice.

Giliran Dra Yosephin Maramis, Sila ke-2 saat ini sudah bertentangan dengan keadaan yang ada. "Disana-sini sering terjadi kekerasan bahkan pembunuhan bagi wanita dan anak-anak. Dimana lagi falsafah Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab itu, " katanya singkat.

Jefry Runtukahu warga Kecamatan Kema meminta agar Maya Rumantir membawa aspirasi masyarakat Kecamatan Kema terkait pengoperasian Galian C.
"Karena takut berurusan dengan hukum, banyak para penambang di Minut mencari nafkah diluar daerah. Menariknya, di Kecamatan Kema ada beberapa lokasi Galian C yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa memperdulikan keselamatan lingkungan hidup. Tolong bawa aspirasi masyarakat ini ke DPD RI, "pintanya.


Maya Rumantir membenarkan kalau dalam praktek sehari-hari, banyak perbuatan yang telah menyimpang dari ke-5 Sila dari Pancasila. "Sila ke 3 so tajam kebawah tumpul ke atas," ujarnya.
Dan, lanjut wanita yang memiliki suara merdu itu, selama kita hidup di dunia, tidak semua orang akan beroleh keadilan. Solusinya hanya satu, menjunjung tinggi Tuhan dan keadilannya sembari kita terus berharap eksekutif dan yudikatif untuk bisa berbuat adil bagi kita.

"Pertama, Orang beragama bukan berarti ber-Tuhan. Sebab tak ada orang ber-Tuhan mau melihat sesamanya menderita. Kedua, orang beragama belum tentu ber-Iman. Makanya dalam Pilkada nanti, jangan salah pilih. Sebab akar dari segala masalah dan kejahatan adalah uang, " tukas Maya Rumantir.


Ia juga menambahkan yang mana uang bukan segalanya. Kesehatan dan kebahagiaan tak bisa ditebus dengan uang. "Agar kita bisa sampai pada hidup yang damai, maka mau atau tidak mau, kita harus libatkan Tuhan dalam setiap kehidupan kita sehari-hari. Ingat kata  Firman Tuhan; Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kemuliaan-NYA, maka semua yang kita butuhkan akan dilengkapi," timpal Rumantir.

Maya Rumantir juga mengatakan, ia memilih maju ke DPD RI karena posisi Anggota DPD RI setara dengan seorang presiden. Selain itu, banyak hal yang prinsipil masih bisa ditemukan di kubu DPD RI. "Saya memilih DPD RI bukan DPR RI, sebab DPD RI masih ada kata fotting untuk menyampaikan aspirasi rakyat, " pungkasnya. (John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

03.18.00

0 komentar:

Posting Komentar