Iklan

Hati-Hati … Masyarakat Harus Waspadai Makanan Mengandung Formalin dan Borax yang Beredar di Pasar

Posted by Efraim Lengkong on Senin, 22 Juni 2015

Elano Ratag 
Manado, Identitasnews – Pemerintah berkewajiban menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.  Demikian ditegaskan Kepala Bidang Keamanan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Sulut Elano Ratag di sela-sela Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kehutanan, Pertanian dan Peternakan pada Senin siang (22/6) di Aula Pemkot Manado.

Elano Ratag mengatakan potensi pangan dapat pula membahayakan kesehatan masyarakat. 

“Oleh sebab itu adalah suatu keharusan adanya jaminan penyediaan pangan yang aman bagi masyarakat.  Hal ini diatur dalam UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.  Karena biasanya dalam produk pangan adanya bahan tambahan pangan yakni bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan,” ujar Ratag.

Elano Ratag menjelaskan bahan tambahan pangan atau zat aditif merupakan zat tambahan yang biasanya diberikan pada sejumlah makanan dan minuman. 

“Pemberian zat aditif ini digunakan untuk membuat makanan lebih enak dan  lebih menarik.  Bahkan dapat meningkatkan selera makan. Memang bahan tambahan makanan banyak manfaatnya seperti memperbaiki gizi, menjaga cita rasa, memperkuat rasa, mempertahankan kualitas produk makanan dan memberikan warna tertentu yang diinginkan,” tutur Elano.

Elano Ratag menjelaskan pula beberapa bahan tambahan pangan yang beredar di pasar atau di masyarakat seperti bahan pewarna, bahan pengawet, penyedap rasa, bahan pemanis dan anti kempal.

“Namun demikian perlu hati-hat dan diwaspadai penggunaan bahan tambahan yang berlebihan atau yang dilarang, akan berbahaya jika dikonsumsi oleh konsumen baik dalam waktu yang cepat maupun lama.  Karena biasanya pada umumnya bahan tambahan ini pengaruhnya terhadap kesehatan tidak langsung dirasakan atau dilihat,” ungkap Ratag.


Elano pun mencontohkan bahan tambahan pangan yang berbahaya untuk dikonsumsi tersebut antara lain seperti formalin dan  borax. 

“Kami berharap masyarakat dapat mengenal ciri-ciri dan tanda makanan yang mengandung formalin dan borax.  Contohnya makanan seperti tahu , mie basah, bakso, ikan asin dan daging ayam. Umumnya bahan makanan ini awet dan dapat bertahan lebih lama,”tutup Ratag.  (jacky)           

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

18.56.00

0 komentar:

Posting Komentar