HUT SHS
Headlines News :
Banner hEDLINE

Terima Kunker Komisi IV DPR RI, Lomban Paparkan Kondisi Perikanan Kota Bitung

Bitung- Walikota Maximiliaan J Lomban, SE, M.Si didampingi Sekretaris Kota Bitung Drs. Audy Pangemanan menerima kunjungan kerja komisi IV DPR RI dibawah pimpinan Edhy Prabowo, M.M, M.B.A di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor walikota bitung, selasa 26/9.
Tujuan kedatangan tim terdiri dari 14 orang komisi DPR RI  tersebut dalam rangka meninjau industri pengolahan hasil perikanan yang ada di kota Bitung  sekaligus melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi kota bitung khususnya sektor perikanan.
Dalam kesempatan itu Lomban menjelaskan tentang kondisi perikanan di kota bitung tahun 2017, sebagaimana diketahui bahwa secara umum perikanan ditahun 2016 dibandingkan tahun 2017 ada peningkatan, sebelum adanya penertipan sangat jauh perbedaannya, waktu dikeluarkan penertipan Permen 56,57,58 itu pada tahun 2014 bulan november yang sebelumnya dari total produksi tangkap ikan bisa mencapai 67% kebutuhan pabrik ikan, sehingga kebutuhan utilitas di pabrik ikan tersebut bisa bergerak 60% sampai 70%, dan setelah di tertibkan pada  november 2014 sampai bulan maret 2015 telah mengalami kemunduran, dan dampak yang didapat pada bulan April 2015 sangat twrasa sekali kekurangan bahan baku, secara total di tahun 2015 perekonomian di kota bitung menurun derastis yang dari tahun 2014 mengalami 6,9% dan pertumbuhan ekonomi 2015 yang dihitung di tahun 2016 hanya mencapi 3,6%. Jelas Lomban.
Lomban pun mengapresiasi serta berterima kasih kepada Tim Komisi IV DPR-RI yang telah melakukan Kunjungam Kerja di Kota Bitung dan lewat kunjungan ini kiranya ada solusi untuk permasalahan yang terjadi di Kota Bitung. Turut hadir dalam acara ini Ketua Tim Komisi IV DPR RI Bpk. Edhy Prabowo, MM, M.B.A, Dirjen Perikanan Tangkap Bpk. Sjarief Widjaja, Dirjen PDS Bpk. Ir. R. Nilanto Prabowo, M.Sc, Direktur KAPI Bpk. Agus Suherman, serta jajaran PD terkait. (hms)

Lomban Promosikan FPSL 2017 ke Kementerian Pariwisata

 "Lembeh itu ibarat putri cantik yang sedang tidur dan saatnya kita bangunkan dengan even FPSL ini"

Bitung- Pimpinan kota Bitung Maximiliaan J. Lomban bersama ketua Panitia Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) tahun 2017 Drs. Audy Pangemanan AP MSi mempromosikan sekaligus menggelar Konverensi Pers yang berkerja sama dengan Kementerian Pariwisata, di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata, Senin (25/09).
Dalam Kesempatannya Lomban menjelaskan bahwa Penyelenggaran FPSL 2017 merupakan upaya mempromosikan dengan meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Bitung dimana kota Bitung sendiri telah di tetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Internasional hub sea port dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta menjadi kawasan industri dan perdagangan, kota Perikanan, konservasi alam serta kota pariwisata Dunia Lanjutnya Selat Lembeh memiliki potensi pariwisata kelas dunia didalamnya pesona bahari, pesona flora, pesona fauna, pesona industri, pesona budaya dan pesona sejarah yang kesemuanya gencar di promosikan di tingkat nasional dan mancanegara "Lembeh itu ibarat putri cantik yang sedang tidur dan saatnya kita bangunkan dengan even FPSL ini" tutur Lomban yang di dampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Esthi Reko Astuty Selat Lembeh memiliki 95 titik selam dan ekowisata mangrove yang akan melengkapi destinasi wisata bahari Bunaken Manado yang sudah mendunia, sedangkan pesona flora dan fauna Bitung memiliki taman Nasional Tangkoko dimana terdapat 233 spesies burung, mamalia, reptil dan amphibi serta binatang langka lainnya, termasuk primata langka tarsius spectrum, dan macaca nigra atau yaki panta merah yang menjadi perhatian masyarakat dunia.
Deputi BP3N, Esthy Reko Astuti mengatakan FPSL 2017 memmrupakan event unggulan kota Bitung yang penyelenggaraannya dalam rangka mendukung Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang tahun ini menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di tanah air Esthy Astuti juga menjelaskan, posisi kota Bitung yang strategis sebagai Internasional Hub sea Port menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Bitung yang tahun 2016 lalu sebanyak 13.019 wisman dan 20133 wisnus, sedangkan yang berkunjung ke sulut sebanyak 1,8 juta wisnus dan 30ribu wisman.
Penyelenggaraan FPSL 2017 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain lari 10K, lomba/pentas seni budaya, photograpy competition bawah air dan landscape, festival kuliner, lomba renang selat lembeh, parade/ lombah perahu hias (sailing pass), rekor MURI menari manekin terbanyak (Kabasaranpato), parade yacht, festival tuna dan perayaan menyambut HUT kota Bitung sebagai puncak acara turut hadir Ketua DPRD kota Bitung Jeffry Supit, Wakil Walikota Bitung Ir.
Maurits Mantiri, Ketua TP-PKK Khouni Lomban-Rawung, Wakil Ketua TP-PKK Ir. Rita Mantiri-Tangkudung, Kabag Humas Protokol kota Bitung, Kepala Dinas Penididkan, Kepala Dinas Infokom, Kepala Dinas Pariwisata, kepala Dinas Perdagangan, Jajaran Kementrian Pariwisata, Ketua Forum Wartawan Pariwisata Indonesia dan seluruh Peserta Pers Konfrens yang hadir. (hms)

Rayakan HUT ke-62, Satlantas Bitung Lakukan Berbagai Terobosan Baru

"Kapolres memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dari Satlantas Bitung bisa berjalan dengan baik.

Bitung- Dalam rangka HUT Lantas Bhayangkara ke-62 jatuh pada tanggal 22 September 2017, Polres Bitung menggelar berbagai kegiatan, yakni kegiatan baksos, donor darah, save ready bersama dengan komunitas motor Bitung.
Puncak HUT dari Satlantas Bitung yang dilaksanakan pada hari Senin (25/9/2017) di Aula Asrama Polisi (Aspol) Bitung di hadiri oleh Kapolres Bitung, AKBP. Philemon Ginting, SIK, MH, Kasat, Kapolsek dan seluruh anggota Polres Bitung.
Berbagai pertunjukan di tunjukan oleh anak-anak dari anggota Satlantas dan Ibu-ibu Bhayangkara Polres Bitung, antara lain tarian lantas dari anak-anak dan vocal grup ibu-ibu Bhayangkara.
Dengan mengambil tema "Indonesia Aman, Selamat, Tertib dan Lancar Melalui Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan", Lantas Bitung melakukan berbagai terobosan baru demi kenyamanan dan keselamatan berkendara, Dalam sambutan, Kapolres memberikan apresiasi akan kinerja lantas Bitung, "Kapolres memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dari satlantas Bitung bisa berjalan dengan baik. Saya juga memberikan apresiasi atas kinerja dari kasat lantas Bitung Andri Permana yang telah memberikan terobosan-terobosan baru demi kenyamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas." kata Ginting.
Dilanjutkan juga prosesi pemasangan lilin dan peniupan lilin HUT dan di saksikan oleh Kadis perhubungan Vicky Sangkaeng, Kasat Pol PP Adri Supit, perwakilan jasa raharja, samsat Bitung serta para undangan lainnya. (tim)

Kasus PT Conch Berlanjut, Yasti Bakal Diperiksa

MANADO- Polda Sulut masih terus mengembangkan penyidikan kasus pengrusakan kasus PT Conch yang menyeret oknum Bupati Bolmong, Yasti Supredjo Mokoagow sebagai tersangka. Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito ketika ditemui sejumlah wartawan pekan lalu, mengatakan bahwa kasus PT. Conch masih terus berlanjut. "Saya pastikan masih berlanjut, dan kami sedang melengkapi berkas untuk diserahkan ke Kejati Sulut," kata Kapolda. Berkas yang diserahkan adalah kasus perusakkan oleh 27 personil Satpol PP Bolmong. "Kalau kasus perusakkannya sudah diterima Kejati, baru kita akan lanjut dengan pemeriksaan Bupatinya," jelasnya. Meski demikian, jendral bintang dua ini belum bisa memastikan kapan Bupati Bolaang Mongondouw, Yasti Soepredjo akan dipanggil. "Kita lihat nanti, tapi jelas kasusnya masih tetap jalan," tegasnya. Sebelumnya, sebanyak 27 oknum Satpol PP Bolaang Mongondow ditahan oleh Polda Sulut karena melakukan perusakkan pada perusahaan semen asal Cina, PT. Conch. Dalam kasus ini Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun semenjak ditetapkan sebagai tersangka dua bulan lalu, Yasti tak kunjung dipanggil untuk diperiksa dan kasus ini terkesan jalan di tempat. (semuel)

Tersangka Solar Cell Bertambah Dua Orang

MANADO- Pengusutan kasus Solar Cell tahun 2014 yang dianggarkan sebesar Rp 9 Milliar dari APBD Pemkot Manado dan kerugian negara berkisar Rp 3 Milliar, terus diseriusi Subdit Tindak Pidana Korupsi Polda Sulut. Setelah Solar Cell jilid I empat tersangka ditetapkan masing-masing PI alias Iwo, AM alias Aryanti, LD alias Lucky dan RW alias Robert, setelah itu dari pengembangan kasus ini ditetapkan pula dua tersangka yakni BM alias Mailangkai dan FS alias Salindeho. Dari informasi terkini yang diterima melalui sumber resmi di Mapolda Sulut menyebutkan, ada dua lagi tersangka yang akan bertambah dalam kasus mega proyek ini. Keduanya berinisial H dan P, masing-masing diduga turut menikmati hasil proyek Solar Cell ini. H menerima sebanyak Rp 200-an juta sedangkan P sebanyak Rp 50-an juta. Hal itu sesuai dengan fakta persidangan yang telah menetapkan putusan terhadap Iwo Cs. “Setelah digali dan ditelusuri secara mendalam sesuai dengan bukti dan keterangan dari sejumlah terdakwa, maka dalam waktu dekat akan menyusul dua tersangka baru yang akan ditetapkan,” tukas Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Suleman Dai. Diketahui Penyidik Tipidkor Polda Sulut sebelumnya telah menahan tersangka FS alias Salindeho, Agustus lalu. Hanya saja, penyidik Polda Sulut masih mencari keberadaan mantan Kadis Tata Kota Manado, BM alias Mailangkay yang buron setelah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keterlibatan Salindeho, terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), berawal saat saksi Paul Nelwan memberikan informasi pada Iwo bahwa ada proyek Solar Cell di Manado. Iwo bersama Ariyanti kemudian bergerak meminjam PT Subota, guna memenangkan tender. Proses tender belum dimulai, namun Iwo dan Ariyanti telah bertandang ke Manado guna menawarkan brosur solar cell kepada tersangka Mailangkai. Pertemuan yang dilaksanakan di sebuah hotel tersebut, turut diikuti Narapidana Lucky, Robert dan tersangka Salindeho. Begitu tender dimenangkan dan proyek dikerjakan, usut punya usut, ternyata proyek dikerjakan tidak sesuai kontrak. Iwo, diduga kuat telah berani mengubah spesifikasi baterai, yang dalam kontrak harusnya menggunakan baterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBp 120 (SNI). Akibatnya, baterai hanya mampu bertahan 3 sampai 6 jam, yang semestinya menyala 10 jam per hari. Ahirnya Negara melalui Distakot Manado, mengalami kerugian yang menurut perhitungan BPKP Sulut berada di angka Rp3 miliar. (Semuel) 

Festival Teluk Amurang 2017 Siap Digelar

Minsel, identitasnews- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pariwisata akan menyelenggarakan Festival Teluk Amurang, yang akan dilaksanakan pada 23-25 September 2017 di Boulevard Amurang. ''Kegiatan ini memang baru pertama kali diadakan di Minsel. Untuk menyukseskan pagelaran Festival ini, dibutuhkan peran dari seluruh pihak,'' kata Kepala Dispar Minsel Frengky Toar. Ditambahkannya, akan ada banyak kegiatan yang digelar dalam Festival Teluk Amurang ini. Diharapkan partisipasi dari masyarakat Minsel untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan acara Festival nanti. ''Sejumlah rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 23 September. Dan dari sejumlah kegiatan ini, yang menjadi unggulan adalah kontes ayam dan kontes “baku gate” Falinggir (layang-layang),'' tambahnya. Dirinya berharap, jika Festival yang pertama kali diadakan ini boleh sukses, maka kedepannya akan diadakan lagi di tahun- tahun mendatang kegiatan yang sama, dan pasti akan lebih meriah lagi. (Meyvo rumengan)
 
Pusat Jual Beli Online untuk Rakyat
 photo indomie_zpse1168b15.png
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD